Ku tatap hamparan biru yang membentang tak terbatas cakrawala
Memahami sang rembulan yang masih bertengger dengan cahayanya
Seakan enggan tuk engah walau fajar telah menjemput sang gelap
Namun perlahan ia lenyap tak terlukis dengan membawa indah cahayanya
Seiring lenyapnya sang bundar dari langit sejenak fikirku melayang
Dan perlahan bibirku menyapa nama yang ada dalam hatiku “Bunda”
Nama yang menyejukan jiwa yang gersang dari kasih sayang
Nama yang membangunkanku dari sepi dan kesendirianku dalam waktu
Bunda....
Ijinkan jemariku sedikit menggores tinta di atas lembaran putih
Ijinkan jemariku merangkai kata indah tuk ku persembahkan padamu
Ijinkan jiwaku mengalun tenang saat melukismu dalam syair indahku
Dan ijinkan aku tuk setiap saat mengingatmu lewat syair-syair yang ku goreskan
Bunda......
Disini ada jiwa yang menjerit merindumu
Sesak dada hingga aku tak berdaya mengucap namamu dalam bibirku
Disini ada hati yang ingin memelukmu
Hingga hati tak mampu tuk tahan permata bening dari mataku
Ia menetes tanpa aku mampu membendungnya,
Terjatuh dan membelah pijakan yang kering
Bunda..
Rasakan kehadiranku lewat hembusan angin yang mengiringimu
Hembusan yang mesra membawa doaku untukmu
Agar Tuhan selalu mendekapmu dalam kehangatan rahmatnya
Agar Tuhan selalu menjagamu dalam setiap detak jantungmu
No comments:
Post a Comment