salahkah aku berharap hujan ditengah panasnya kota?
sebagian hati berkata tidak mungkin akan turun hujan yang bisa jadi menyejukan para jiwa. jiwa yang telah lama merindukan kesejukan dan nyanyian indah hujan.
tapi bagiku mungkin saja. ya, mungkin saja hal itu terjadi. malam ini menjadi bukti real bahwa ada hujan ditengah panasnya dunia.
ya, hujan datang disa`at yang tepat, sa`at semua jiwa mengamuk pada sang panas_hujan datang tanpa kami fikirkan. "hujan datang tepat saat panas masih menyerangku."
lalu, salahkan aku berharap pada hujanku_Dia. ya, dia adalah hujanku. hujan yang ku harap mampu menyejukan jiwa yang kerontang. hujan yang kan mendamaikan fikiranku dari kebrutalan hidup.
malam ini, aku berlari kencang menyusuri jalanan padat, hanya demi melihat hujanku tersenyum. ya, hujanku tersenyum dibawah sinar lampu yang remang, sungguh indah hujanku malam ini.
"hei hujanku (kamu), betapa indah kamu malam ini. menari diatas panggung kebahagiaan diiringi tawa dan senyum kagum. kamu menari indah malam ini dimataku_dan akan selalu indah dimataku. karena kamu penyejuk jiwa yang telah lama kosong ini."
prankkkkkk.. petir sedikit menyambar pepohonan.___aku sadar, aku hanya berharap hujan yang bukan miliku menjadi miliku. ya, hujan malam ini adalah milik mereka yang bahagia, sedang aku hanya duduk tersudut sendiri disini. tersudut dengan wajah yang hina memandangmu.
"kamu selalu istimewa dengan tarian indahmu wahai hujanku. izinkan aku selalu berharap kehadiranmu untuk aku miliki walau dalam terik mentari..." @semoga hujanku(kamu) sadar, ada manusia yang selalu menantimu untuk menyejukanya.
No comments:
Post a Comment